Ketahui Sedekah yang Paling Utama Dalam Kehidupan

Ketahui Sedekah yang Paling Utama Dalam Kehidupan
Ketahui Sedekah yang Paling Utama Dalam Kehidupan

Niat sedekah saja akan mendapatkan catatan pahala yang baik di sisi Allah SWT. Semua sedekah bersifat baik, hanya berbeda keutamaan dan nilai tergantung dengan niat dan kondisi orang yang tengah bersedekah serta orang yang menerima sedekah. Jika Anda ingin membiasakan diri bersedekah rutin setiap waktu, wajib tahu sedekah yang utama dalam Islam berikut ini.

  • Sedekah Sirriyah

Merupakan jenis sedekah yang dilakukan tanpa diketahui oleh orang lain. Sedekah yang bersifat sembunyi-sembunyi merupakan jenis sedekah yang paling utama. Hal ini dikarenakan sedekah sembunyi-sembunyi lebih mendekati ikhlas tanpa ada unsur pamer atau riya’. Pahala dan kebaikan pada sedekah yang dilakukan dengan pamrih atau sekadar mendapatkan pujian dari orang lain tentu akan berkurang di mata Allah SWT.

Allah SWT berfirman, “Jika kamu menampakkan sedekahmu, maka itu baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan pada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. (Q.S Al-Baqarah 271).

Tangan di atas senantiasa lebih baik daripada tangan di bawah. Namun, lebih baik memberi dengan tangan kanan tanpa diketahui tangan kiri, bukan? Sedekah yang dilakukan tanpa rasa pamrih atau pamer merupakan salah satu bukti keikhlasan berbagi di jalan Allah dengan sungguh-sungguh.

  • Sedekah dalam kondisi sehat

Sedekah yang utama selanjutnya adalah memberikan sedekah dalam kondisi sehat walafiat. Rasa ikhlas dan mengharap ridho Allah SWT saat tubuh dalam kondisi sehat lebih baik dibandingkan sedekah karena tubuh sedang sakit atau jelang ajal tiba.

Sebuah hadis shahih yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah menyebutkan sebuah kisah seorang laki-laki yang datang menemui Nabi SAW. Laki-laki tersebut bertanya, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?”. Rasulullah pun menjawab,” Engkau bersedekah dalam kondisi sehat dan berat mengeluarkannya, dalam kondisi kamu khawatir miskin dan mengharap kaya. Maka janganlah kamu tunda sehingga ruh sampai di tenggorokan, ketika itu kamu menjawab,”Untuk fulan sekian, untuk fulan sekian, dan untuk fulan sekian.” Padahal telah menjadi milik si fulan. (HR Bukhari dan Muslim)

Maka janganlah seorang hamba menyebut sedekah atau pemberian kepada orang lain sebab bisa saja menyakiti hati orang yang menerima sedekah tersebut. Biarkan sedekah yang utama mendapatkan pahala dan ridho Allah SWT tanpa harus menyebut nilai pemberian kepada orang yang berhak menerima.

  • Sedekah setelah kebutuhan wajib terpenuhi

Sedekah yang utama adalah pemberian kepada kerabat atau orang yang Anda tanggung setelah keperluan wajib terpenuhi. Hal ini termaktub dalam salah satu hadis shahih yang diriwayatkan oleh Bukhari. Manusia memang tidak boleh memilih-milih pada siapa yang berhak menerima sedekah, tetapi utamakan dulu anggota keluarga atau kerabat yang lebih membutuhkan.

  • Sedekah dengan kemampuan

Jika seseorang kaya raya, maka ia wajib menyedekahkan sebagian harta kepada orang lain secara maksimal. Hendaknya ia memberikan kelebihan harta, tetapi memberikan sisa untuk keperluan diri agar terhindar dari fitnah atau kemiskinan. Hal ini dianjurkan karena orang yang bersedekah melebihi batas kemampuan dikhawatirkan akan menyesal dengan semua harta yang telah diinfakkan. Tentu hal ini bisa merusak ladang pahala yang mengalir dalam sedekah yang ia berikan.

Sedekah yang utama tetap harus mempertimbangkan keperluan diri dan keluarga sendiri agar tidak menimbulkan mudharat kemudian hari. Sedekah yang dilakukan dengan dampak menanggung hutang jelas bukan sesuatu yang diinginkan dari sedekah itu sendiri.

  • Sedekah pada anak istri, kerabat, tetangga, jihad fi sabilillah

Seorang yang memiliki anak istri, maka wajib memberi nafkah dengan sebaik-baiknya. Nafkah tersebut bernilai dengan sedekah yang bisa mengalirkan ladang pahala besar. Sedekah yang utama dilanjutkan kepada para kerabat, tetangga dan orang yang berada di jalan Allah SWT atau jihad fi sabilillah.

Baca Juga : Apa Saja Jenis Sedekah Selain Uang?

  • Sedekah jariyah

Sedekah yang utama selanjutnya adalah amal jariyah. Amal yang diberikan untuk hal-hal yang bermanfaat bisa memberikan pahala yang terus menerus meskipun si pemberi sedekah sudah tiada. Contoh amal jariyah antara lain waqaf tanah untuk pembangunan masjid, sumbangan untuk madrasah, sekolah, pengadaan sarana umum, dan lain-lain. Amal jariyah bisa memberikan pahala yang mengalir meskipun Anda sudah berada di alam kubur kelak.                   Sedekah yang utama di atas harus Anda ketahui agar kehidupan di dunia bisa bermanfaat untuk diri sendiri atau orang lain. Selain itu, sedekah akan menjadi penolong untuk kehidupan di akhirat. Pintu surga akan terbuka lebar untuk orang yang gemar sedekah karena Allah SWT.

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *